Perbedaan EMKL dan Freight Forwarding yang Perlu Diketahui (freepik)

Perbedaan EMKL dan Freight Forwarding yang Perlu Diketahui

Istilah EMKL dan freight forwarding sering kali muncul saat bisnis Anda mulai melakukan pengiriman dalam skala besar, khususnya melalui jalur laut. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa keduanya sama, padahal perbedaan EMKL dan Freight Forwarding cukup mendasar, lho.

Mau tahu apa saja perbedaan di antara keduanya? Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

Pengertian EMKL dan Freight Forwarding

EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) adalah layanan yang secara khusus menangani pengiriman barang melalui jalur laut. Layanannya berfokus pada pengurusan muatan kapal, koordinasi dengan pihak pelayaran hingga proses administrasi yang berkaitan dengan pelabuhan.

Sementara itu, freight forwarding memiliki cakupan layanan yang lebih luas. Forwarder (pihak penyedia jasa freight forwarding) mengatur proses pengiriman barang dari titik asal hingga tujuan. Jadi, layanannya tidak terbatas pada jalur laut saja seperti EMKL, karena forwarder mengoordinasikan seluruh proses perpindahan barang dan memungkinkan lintas moda.

Gampangnya, EMKL adalah spesialis pengiriman jalur laut, sementara forwarder merupakan manajer dari keseluruhan perjalanan barang.

Baca Juga: Peran Penting Freight Forwarder dalam Pengiriman Barang

Fokus Moda Transportasi dan Jalur Pengiriman

Perbedaan EMKL dan Freight Forwarding yang Perlu Diketahui (freepik)
Perbedaan EMKL dan Freight Forwarding yang Perlu Diketahui (freepik)

Perbedaan EMKL dan Freight Forwarding yang paling mendasar dapat kita ketahui dari moda transportasinya. Sesuai dengan namanya, layanan EMKL hanya terbatas untuk pengiriman jalur laut saja.

Biasanya, operasionalnya lebih banyak berkaitan dengan pelabuhan, mulai dari pengurusan dokumen hingga koordinasi jadwal keberangkatan kapal.

Berbeda halnya dengan freight forwarding yang terdiri dari beragam moda transportasi, mulai dari truk, kapal, hingga pesawat. Bahkan, dalam satu pengiriman, forwarder dapat mengombinasikan berbagai moda transportasi sekaligus, mengingat tugas utamanya untuk memastikan kelancaran keseluruhan proses distribusi barang.

Baca Juga: Seberapa Penting EMKL dalam Rantai Pasok Logistik? Ini Faktanya

Jangkauan Wilayah Operasional

EMKL biasanya beroperasi dalam skala domestik, seperti distribusi antar pulau, terutama pada pengiriman berbasis kontainer. Sementara itu, freight forwarding bisa mencakup pengiriman domestik maupun internasional.

Meskipun begitu, dalam pengiriman domestik sendiri terdapat perbedaan mendasar dari segi operasionalnya. EMKL hanya berfokus pada serangkaian proses di pelabuhan dan kapal laut sehingga mereka unggul terkait:

  • booking kapal domestik
  • pengurusan dokumen pelabuhan
  • koordinasi jadwal pelayaran
  • proses stuffing kontainer

Sementara itu, forwarder mengurus proses distribusi dalam satu rangkaian utuh, mulai dari pickup barang dari gudang pengirim, pengantaran ke pelabuhan, pengiriman via kapal, sampai pengantaran ke alamat penerima.

Baca Juga: Perbedaan Freight Forwarding dan Logistik

Cakupan Layanan yang Ditangani

Kalau kita lihat dari praktik operasional di lapangan, perbedaannya akan lebih jelas terlihat dari jenis pekerjaan yang mereka tangani sehari-hari. Umumnya, EMKL menangani:

  • Pengurusan muatan kapal laut
  • Koordinasi dengan perusahaan pelayaran
  • Administrasi dan dokumen pelabuhan
  • Proses stuffing dan pengiriman ke pelabuhan

Di sisi lain, freight forwarding mencakup:

  • Perencanaan rute pengiriman
  • Koordinasi multimoda
  • Integrasi pengiriman dari gudang asal hingga titik akhir

Intinya, EMKL dan freight forwarding punya fokus layanan yang berbeda, tinggal Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Baca Juga: Freight Forwarder vs Freight Forwarding, Apa Bedanya?

Perizinan dan Legalitas

Aspek legalitas juga jadi faktor pembeda yang tidak kalah krusial. Perizinan EMKL bersifat spesifik untuk operasional di wilayah pelabuhan. Mereka harus terdaftar secara resmi untuk melakukan aktivitas bongkar muat dan pengurusan dokumen di dermaga tertentu.

Sementara perusahaan freight forwarder umumnya wajib memegang SIUPJPT (Surat Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi) yang cakupannya lebih luas secara hukum, karena mencakup pengelolaan transportasi di darat, laut, maupun udara. Izin SIUPJPT memberikan otoritas berupa hak bagi forwarder untuk bertindak sebagai pengangkut kontraktual.

Artinya, meskipun tidak memiliki armada kapal atau pesawat sendiri, forwarder memiliki kewenangan sah untuk menerbitkan dokumen seperti House Bill of Lading. Dengan dokumen ini, forwarder bertanggung jawab penuh atas keamanan kargo Anda selama perjalanan sehingga kepastian hukumnya jelas, terintegrasi dalam satu layanan.

Secara garis besar, perbedaan EMKL dan freight forwarding mencakup jenis pekerjaan yang mereka tangani, moda transportasi yang digunakan, serta sejauh mana mereka mengelola proses pengiriman dari awal hingga akhir. EMKL berperan menjadi spesialis pengiriman laut domestik yang unggul dalam operasional di pelabuhan, sedangkan peranan forwarder adalah sebagai pengatur proses distribusi secara keseluruhan.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top