Freight Forwarder vs Freight Forwarding, Apa Bedanya? (freepik)

Freight Forwarder vs Freight Forwarding, Apa Bedanya?

Bagi pelaku bisnis, khususnya yang bertanggung jawab dalam distribusi barang, pasti familier dengan istilah freight forwarder dan freight forwarding. Satu waktu, ada masukan dari rekan bisnis Anda untuk pakai jasa freight forwarder A. Di waktu yang lain, salah satu anggota tim operasional menginformasikan kalau proses freight forwarding ke Pulau Kalimantan butuh waktu empat hari.

Kedua istilah ini sekilas terdengar mirip, namun perbedaan freight forwarder dan freight forwarding cukup mendasar, lho. Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

Baca Juga: Perbedaan Freight Forwarding dan Logistik

Perbedaan Definisi: Pelaku vs Aktivitas

Freight forwarder adalah perusahaan atau agen yang mengatur pengiriman atas nama Anda sebagai pengirim. Mereka tidak selalu memiliki kapal, pesawat, atau truk sendiri, tetapi mereka mengelola seluruh rangkaian pengiriman, mulai dari pemesanan ruang kargo, negosiasi tarif hingga pengurusan dokumen administratif.

Sementara itu, freight forwarding adalah proses atau layanan atau seluruh rangkaian dari proses pengiriman itu sendiri. Gampangnya, forwarder itu “orangnya”, sementara forwarding itu “pekerjaannya”.

Baca Juga: Freight Collect vs Freight Prepaid, Mana Lebih Menguntungkan?

Perbedaan Peran Dalam Praktik Operasional

Freight Forwarder vs Freight Forwarding, Apa Bedanya? (freepik)
Freight Forwarder vs Freight Forwarding, Apa Bedanya? (freepik)

Setelah memahami perbedaannya secara definitif, kita masuk ke dalam praktiknya di lapangan. Freight forwarder berperan partner pengiriman Anda. Ketika Anda menandatangani kontrak, mereka akan menerbitkan dokumen pengiriman seperti Bill of Lading (B/L).

Mereka mengambil tanggung jawab atas pengiriman Anda dari titik A ke titik B, meskipun tidak memiliki kapal atau pesawat sendiri. Jika terjadi masalah di tengah prosesnya, merekalah pihak pertama yang dapat pengirim hubungi. Adapun peranan forwarder selengkapnya di antaranya:

  • Merancang rute pengiriman paling efisien
  • Memilih kombinasi moda transportasi (laut, udara, atau darat)
  • Menegosiasikan tarif dengan carrier
  • Mengurus Bill of Lading dan dokumen kepabeanan
  • Mengatur asuransi kargo dan membantu proses klaim bila terjadi kerusakan

Sementara itu, freight forwarding mencakup keseluruhan aktivitas di atas dalam satu sistem kerja. Proses ini melibatkan multi-leg shipment, seperti truk dari gudang ke pelabuhan, kapal menuju pelabuhan tujuan, lalu distribusi lanjutan ke penerima.

Baca juga; Peran Penting Freight Forwarder dalam Pengiriman Barang

Contoh di lapangannya kurang lebih seperti ini: Sebuah perusahaan membeli bahan baku dari pulau A ke pulau B. Pengiriman dimulai gudang pemasok ke pelabuhan, lanjut dengan kapal laut, lalu distribusi lanjutan ke gudang produksi di tujuan. Tanpa sistem freight yang terstruktur, setiap tahapan terasa terpisah satu sama lain dan berisiko menimbulkan biaya ekstra.

Forwarder berpengalaman biasanya sudah memahami potensi kendala di tiap titik, mulai dari kelengkapan dokumen hingga perubahan jadwal kapal. Mereka berperan menjaga alur pengiriman agar tepat waktu dan sesuai rencana.

Baca juga; Apa Itu Freight Cost? Begini Cara Benar Menghitungnya

Pada akhirnya, kita bisa memahami bahwa perbedaan freight forwarder dan freight forwarding berkaitan dengan siapa dan apa. Forwarder adalah pihak yang mengelola pengiriman dan forwarding adalah keseluruhan aktivitas yang berjalan untuk memastikan distribusi barang aman dan efisien.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top