Cara Kerja LTL dalam Pengiriman Darat

Cara Kerja LTL Dalam Pengiriman Darat (freepik)
Cara Kerja LTL dalam Pengiriman Darat (freepik)

Menyewa satu truk penuh untuk muatan yang hanya mengisi separuh kapasitas armada sangat tidak efisien dari segi biaya. Pemborosan semacam ini kerap terjadi, karena keterbatasan pilihan distribusi saat volume barang nanggung–terlalu besar untuk kurir retail, tetapi terlalu sedikit untuk menyewa satu truk penuh. 

Layanan Less Than Truck Load (LTL) hadir sebagai alternatif tepat untuk mengatasi dilema tersebut. Dengan skema berbagi ruang kargo, Anda tetap bisa mengirim barang secara rutin tanpa harus mengeluarkan biaya logistik yang besar. 

Yuk, kita bahas cara kerja LTL selengkapnya dalam artikel ini!

Baca Juga: Keuntungan Pakai LTL untuk Pengiriman, Bikin Hemat Ongkir!

Alur Pengiriman LTL

Cara Kerja LTL Dalam Pengiriman Darat (freepik)
Cara Kerja LTL dalam Pengiriman Darat (freepik)

Proses pengiriman LTL tidak berjalan dari titik penjemputan ke alamat tujuan layaknya pada metode Full Truck Load (FTL). Sederhananya, Anda bisa bayangkan sebuah perjalanan darat yang menurunkan muatannya ke beberapa tujuan sekaligus. Meskipun ada beberapa perhentian, seluruh pergerakan kargo tetap terhubung dalam rute yang terintegrasi untuk memastikan setiap barang sampai ke tujuan dengan efisien.

Berikut adalah alur pengiriman LTL yang perlu Anda ketahui:

1. Pengambilan Barang dari Pengirim (Door to Door)

Truk pengumpan (feeder) akan menjemput kargo langsung ke lokasi Anda. Pada tahap awal ini, truk tidak hanya mengambil barang milik Anda, tetapi juga muatan dari beberapa pengirim lain di wilayah yang berdekatan.

2. Konsolidasi di Titik Pengumpulan

Setelah truk penuh, semua muatan akan dibawa ke gudang konsolidasi. Di sini, berbagai kiriman berukuran kecil, sedang, maupun besar akan dikumpulkan menjadi satu kesatuan sebelum menempuh perjalanan jauh. Proses ini menjadi alasan mengapa biaya LTL jauh lebih murah daripada menyewa truk sendiri.

3. Penyortiran di Terminal Transit

Kargo masuk ke terminal transit untuk proses penyortiran berdasarkan wilayah tujuan akhir. Petugas akan memindahkan barang Anda ke truk yang lebih besar (truk line-haul), armada khusus untuk rute antar wilayah. Fokus utamanya adalah memastikan tidak ada ruang kosong dalam truk sebelum berangkat.

4. Proses Hub-and-Spoke

Cara kerja LTL mengandalkan sistem Hub-and-Spoke untuk efisiensi rute. Terminal utama bertindak sebagai hub (pusat) yang menerima barang dari berbagai tempat, lalu mendistribusikannya kembali melalui jalur spoke (jari-jari) ke kota-kota tujuan. Pada tahap ini, kargo mungkin melewati proses cross-docking (pemindahan cepat antar truk) yang dapat memangkas waktu penyimpanan di gudang.

5. Pengiriman Akhir ke Alamat Tujuan (Last Mile)

Setelah kargo sampai di terminal terdekat dengan lokasi penerima, barang akan dimuat ke truk distribusi yang lebih kecil dan diproses kirim ke masing-masing penerima.

Baca juga: Benarkah Trucking dalam Logistik Lebih Efisien? Ini Faktanya

Poin Penting yang Harus Anda

Agar proses pengiriman berjalan lancar tanpa terkendala biaya tambahan yang tak terduga, ada beberapa faktor penting yang perlu dipahami:

1. Klasifikasi Barang (Freight Class)

Tarif LTL tidak hanya bergantung pada berat. Pihak logistik melakukan klasifikasi berdasarkan densitas, tingkat kesulitan penanganan, dan nilai barang. Barang yang lebih ringan namun memakan ruang sering kali dikenakan tarif lebih tinggi, karena menghabiskan kuota volume armada. 

2. Berat atau Batas Dimensi

Layanan ini sangat efektif untuk kargo dengan berat 70–7.000 kg. Pastikan untuk mengukur dimensi secara akurat sebelum memesan layanan, karena ketidaksesuaian data dapat mempengaruhi penyusunan barang di dalam truk dan berpotensi menimbulkan biaya tambahan.

3. Standar Pengemasan

Dalam pengiriman LTL, penggunaan palet dan shrink wrap wajib Anda lakukan karena muatan Anda berbagi ruang dengan milik pihak lain. Pengemasan yang rapi dan sesuai standar untuk memastikan barang tidak mudah bergeser serta memudahkan petugas menyusun kargo agar ruang truk terisi dengan optimal.

4. Frekuensi Bongkar Muat Lebih Sering

Perlu Anda ketahui bahwa kargo LTL akan lebih sering melalui proses bongkar muat di terminal transit sebelum sampai ke tujuan. Risiko kerusakan atau kesalahan sortir mungkin saja terjadi. Oleh karena itu, pengemasan yang sesuai standar serta penggunaan asuransi pengiriman menjadi investasi terbaik agar barang aman sampai tujuan.

5. Peranan Koordinasi & Proses Tracking

Mengingat rute pengiriman yang sifatnya estafet–dari satu titik ke titik lainnya–koordinasi yang baik sangatlah penting. Anda harus memastikan penyedia jasa logistik memiliki sistem tracking yang transparan agar posisi barang dapat terpantau secara real-time di setiap perpindahan hub.

Baca juga: 5 Truk Kargo Paling Efisien untuk Pengiriman Antar Kota & Pulau

Efisiensi biaya logistik pada akhirnya ditentukan oleh bagaimana cara Anda mengoptimalkan tiap ruang kargo. Dengan memahami cara kerja LTL dan memperhatikan faktor-faktor penting lainnya, pengiriman dapat berjalan lancar. Metode ini memastikan barang sampai ke tangan penerima tepat waktu, sekaligus menjaga margin keuntungan bisnis Anda.

Untuk pengelolaan pengiriman LTL yang praktis dan terintegrasi, Forwarder.ai menyediakan layanan trucking domestik dalam satu platform, mulai dari cek tarif, booking, hingga tracking real-time

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Scroll to Top