Tagihan pengiriman kerap terlihat lebih kompleks dari yang kita bayangkan. Anda mungkin mengira, tagihan tersebut hanya berisi ongkos kirim, padahal nyatanya invoice memuat banyak pos biaya, salah satunya freight forwarding charges.
Yuk, kita kupas tuntas terkait pengertiannya, komponen biaya hingga perbedaannya dengan freight cost pada artikel ini!
Baca Juga: Apa Itu Freight Forwarder dan Perannya dalam Pengiriman Barang
Apa Itu Freight Forwarding Charges?
Freight forwarding charges adalah total biaya yang Anda bayarkan kepada agen atau perusahaan forwarder untuk mengatur seluruh proses pengiriman barang. Forwarder tidak hanya memindahkan barang. Mereka juga mengurus dokumen, menentukan rute, mengkoordinasikan trucking dan pelayaran, mengawal proses kepabeanan, bahkan membantu mengurus asuransi muatan. Nah, setiap layanan yang mereka berikan merupakan komponen biaya dari freight forwarding charges.
Dari aspek perpajakan, jasa freight forwarding termasuk Jasa Kena Pajak dan dikenakan PPN 11%. Namun, dasar pengenaan pajaknya tidak selalu dihitung dari total tagihan.
Dalam skema penagihan tertentu seperti reinvoicing, perhitungan PPN-nya menggunakan tarif efektif 0,1% dari total tagihan yang tercantum dalam PMK No. 11 Tahun 2025. Berbeda halnya dengan metode reimbursement yang pengenaan pajaknya hanya berdasarkan fee jasa forwarder, yaitu sebesar 11% dari nilai jasanya saja.
Baca Juga: Freight Forwarder Liability: Pengertian dan Cakupannya
Komponen Biaya Freight Forwarding

Agar Anda tidak bingung saat membaca invoice, berikut adalah komponen utama freight charges yang selalu muncul:
1. Freight Cost (Biaya Angkut Utama)
Freight cost adalah komponen biaya paling dasar, mencakup ongkos yang dibayarkan ke pihak shipping line, baik via laut, darat hingga udara untuk mengangkut barang Anda dari pelabuhan asal ke tujuan. Nilainya tergantung pada jarak, rute, jenis layanan (misalnya FCL atau LCL untuk pengiriman laut), serta berat dan volume barang. Permintaan pasar dan kenaikan harga bahan bakar juga dapat mempengaruhi biaya transportasi secara keseluruhan.
2. Biaya Penanganan di Pelabuhan/Bandara (Handling Charges)
Setelah kapal sampai ke pelabuhan tujuan, akan ada proses bongkar muat, pemindahan dari dermaga ke gudang sementara, hingga koordinasi operasional di pelabuhan atau bandara. THC atau Terminal Handling Charge adalah istilah yang kerap muncul dalam invoice. Biaya ini dikenakan oleh pengelola pelabuhan untuk menangani kontainer atau kargo Anda di area dermaga.
3. Biaya Dokumentasi
Setiap pengiriman membutuhkan berbagai dokumen pendukung. Untuk pengiriman domestik, biaya dokumentasi biasanya mencakup penerbitan surat jalan, commercial invoice, tanda terima barang (proof of delivery), daftar muatan (manifest), dan administrasi sistem pelacakan kargo (tracking).
Sementara itu, untuk pengiriman internasional, dokumen yang dibutuhkan jauh lebih kompleks, karena melibatkan kepabeanan dan regulasi negara tujuan. Seluruh pengurusan berkas ini tentu menjadi komponen biaya yang tidak boleh terlewatkan.
Baca Juga: Jasa Freight Forwarding Terpercaya yang Bikin Pengiriman Tanpa Ribet
4. Pajak dan Biaya Kepabeanan
Penting untuk Anda pahami bahwa jasa freight forwarding tergolong Jasa Kena Pajak (JKP). Artinya, dalam setiap tagihan yang Anda terima, akan ada pengenaan PPN dan pemotongan PPh 23 atas jasa yang forwarder berikan. Namun, besaran PPN ini bergantung pada skema penagihan yang digunakan.
Jika mitra forwarder Anda menggunakan skema reinvoicing, maka tarif efektif PPN yang digunakan adalah 0,1% dari total tagihan. Di sisi lain, jika menggunakan metode reimbursement, pengenaan PPN 11% hanya dikenakan pada nilai jasa forwarder saja.
5. Biaya Tambahan (Surcharge)
Surcharge adalah biaya tambahan yang muncul karena faktor eksternal seperti fuel surcharge, peak season surcharge, atau congestion surcharge. Komponen ini sifatnya dinamis. Ketika permintaan pasar meningkat atau terjadi kepadatan di pelabuhan, surcharge bisa ikut naik. Oleh karena itu, biaya pengiriman secara keseluruhan sering berubah mengikuti kondisi pasar global.
6. Biaya Pengiriman Lanjutan (Inland Transport)
Biaya ini mencakup ongkos truk untuk mengambil barang dari gudang Anda lalu mengantarnya ke pelabuhan keberangkatan. Hal ini juga berlaku saat barang telah keluar dari pelabuhan tujuan dan membutuhkan pengiriman lanjutan menuju alamat penerima.
Baca juga: Mau Bisnis Lancar? Ini Cara Pilih Layanan Logistik yang Tepat
Apa Bedanya Dengan Freight Cost (Biaya Pengiriman)?
Tidak sedikit pelaku bisnis menyamakan istilah freight forwarding charges dengan freight cost, padahal keduanya berbeda. Freight cost hanya mencakup biaya pengangkutan murni dari pemilik kapal atau pesawat.
Sementara itu, freight forwarding charges mencakup total tagihan akhir yang sudah termasuk freight cost, biaya jasa forwarder, dokumen, pajak, dll. yang akan forwarder tagihkan ke Anda. Intinya, freight cost adalah bagian dari freight forwarding charges, tetapi tidak sebaliknya.
Ketelitian dalam memahami setiap detail angka pada invoice merupakan kemampuan esensial yang wajib para pelaku bisnis miliki. Pemahaman mengenai komponen freight forwarding charges membuat kita lebih jeli dalam menyusun anggaran logistik sekaligus membaca kondisi pasar. Dengan memahami strukturnya, biaya logistik bisa menjadi bagian dari strategi bisnis yang bisa Anda kendalikan.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!


