Ketahui Jenis-Jenis Truk dalam Pengiriman FTL

Jenis Truk dalam Pengiriman FTL (freepik)
Jenis Truk dalam Pengiriman FTL (freepik)

Pemilihan armada menjadi salah satu faktor penting saat bisnis menggunakan pengiriman Full Truck Load (FTL). Setiap jenis muatan memiliki kapasitas dan penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman mengenai jenis truk FTL dapat membantu perusahaan dalam merencanakan proses distribusi barang.

Dengan truk yang sesuai, barang dapat diangkut secara optimal, tanpa pemborosan ruang, sekaligus menjaga efisiensi biaya dan waktu. Pada metode FTL, satu truk digunakan khusus untuk satu pengirim saja. Artinya, kesesuaian antara jenis truk dan karakter muatan berpengaruh langsung terhadap kelancaran operasional.

Yuk, kita bahas beberapa tipe truk yang umum digunakan dalam FTL beserta kapasitasnya selengkapnya dalam artikel ini!

Baca Juga: Kapan Sebaiknya Menggunakan FTL untuk Pengiriman Darat?

Tipe Truk untuk FTL dan Kapasitasnya

Jenis Truk dalam Pengiriman FTL (freepik)
Jenis Truk dalam Pengiriman FTL (freepik)

Sebelum memilih layanan FTL, penting bagi bisnis untuk memahami jenis armada yang tersedia beserta kapasitas muatannya. Setiap tipe truk dirancang untuk kebutuhan barang yang berbeda, baik dari sisi volume, berat, maupun karakter muatannya.

1. Truk Engkel

Truk engkel umum digunakan untuk pengiriman FTL dengan volume kecil hingga menengah. Armada ini memiliki dua sumbu roda dan cocok untuk distribusi jarak dekat atau area perkotaan dengan akses jalan terbatas.

Kapasitas muatannya relatif ringan sehingga sering dipilih oleh bisnis ritel atau distributor yang ingin mengirim barang dalam jumlah terbatas, tetapi membutuhkan satu kendaraan khusus.

Baca Juga: 5 Alasan Truk Engkel Jadi Andalan Pengiriman, Tak Cuma Hemat!

2. CDD (Colt Diesel Double)

CDD memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan engkel, yaitu sekitar 4–5 ton. Truk ini sering dipilih untuk distribusi antar kota dengan muatan menengah. Dengan ukuran bak lebih panjang, CDD mampu menampung barang dalam jumlah lebih banyak tanpa perlu menambah armada.

Jenis truk cukup populer untuk mengangkut produk FMCG, bahan bangunan ringan, atau barang dagangan grosir.

Baca Juga: Truk CDD vs CDE: Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Logistikmu?

3. Fuso

Untuk kebutuhan muatan besar, jenis truk FTL yang paling umum dipilih adalah Fuso. Armada ini mampu membawa muatan berat dan panjang dalam satu perjalanan tanpa perlu konsolidasi dengan pengirim lain.

Dengan daya angkutnya tinggi, tipe ini sering digunakan oleh perusahaan manufaktur, distributor bahan bangunan, atau pengiriman proyek berskala besar.

4. Tronton

Jenis armada ini umum digunakan untuk kebutuhan FTL dengan volume dan bobot muatan besar. Kapasitas angkutnya lebih tinggi dibandingkan fuso sehingga cocok untuk distribusi skala besar atau pengiriman jarak jauh antar wilayah.

Dalam praktiknya, tronton kerap dipilih oleh perusahaan manufaktur, distributor, atau proyek logistik yang membutuhkan ruang muat luas dan keamanan ekstra selama perjalanan.

5. Trailer

Jenis truk ini digunakan untuk pengiriman FTL dengan muatan sangat besar atau dimensinya panjang. Kendaraan ini biasanya dipakai untuk distribusi alat berat, mesin industri, atau material konstruksi berskala besar.

Trailer membutuhkan perencanaan rute yang matang sekaligus memberikan kapasitas angkut maksimal dalam satu perjalanan.

Baca juga: Benarkah FTL Bikin Pengiriman Lebih Cepat? Begini Faktanya!

Tips Memilih Jenis Truk FTL yang Tepat

Agar tidak salah memilih jenis truk dalam pengiriman FTL, Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut:

1. Perhatikan Berat dan Volume Muatan

Menentukan tipe truk yang cocok dengan kebutuhan bisnis bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga bagaimana kita menyesuaikannya dengan berat dan volume barang. Armada yang kapasitasnya terlalu besar berpotensi meningkatkan biaya operasional. Di sisi lain, kalau ukurannya terlalu kecil, dapat menghambat distribusi barang, karena keterbatasan ruang muatan.

Dengan perhitungan yang tepat, bisnis dapat memanfaatkan ruang truk secara optimal agar efisien dari segi ruang maupun biaya pengirimannya.

2. Sesuaikan dengan Karakter Barang

Setiap jenis barang punya cara penanganan yang berbeda. Barang rentan, bernilai tinggi, atau punya dimensi khusus membutuhkan armada yang mendukung keamanan dan kestabilan muatan sepanjang perjalanan.

Tidak hanya itu, jarak tempuh dan kondisi rute juga perlu jadi pertimbangan. Untuk perjalanan antar kota atau lintas wilayah, kesesuaian pemilihan truk dapat membantu menjaga kondisi barang tetap aman sampai tujuan.

Baca Juga: Perbedaan FTL dan LTL dalam Pengiriman Darat

3. Pastikan Koordinasi Dengan Penyedia Jasa Logistik

Koordinasi yang baik dengan penyedia jasa logistik jadi faktor penting dalam kelancaran FTL. Akses informasi terkait armada, jadwal keberangkatan, dan status perjalanan memudahkan bisnis untuk memantau proses distribusi.

Kelancaran komunikasi dengan pihak logistik meminimalkan potensi miskomunikasi dalam keseluruhan proses operasional pengiriman.

Baca juga: Jenis Truk Container Apa yang Cocok untuk Bisnismu? Ini Pilihannya!

Pemahaman mengenai jenis truk FTL dapat membantu bisnis memilih armada yang sesuai dengan karakteristik muatan dan skala operasionalnya. Baik truk engkel hingga trailer, setiap jenis punya fungsi dan kapasitas yang beragam. Pemilihan jenis armada sesuai kebutuhan bisnis dapat mengoptimalkan proses distribusi jalur darat.

Untuk pengelolaan pengiriman FTL yang praktis dan terintegrasi, Forwarder.ai menyediakan layanan trucking domestik dalam satu platform, mulai dari cek tarif, booking, hingga tracking realtime.  Pelajari lebih lanjut di Panduan FTL Forwarder.ai.

Cek juga layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Scroll to Top