Perbedaan NVOCC dan Freight Forwarding pada Pelayaran (freepik)

Perbedaan NVOCC dan Freight Forwarding pada Pelayaran

Saat mengirim barang melalui jalur laut, Anda akan bersinggungan dengan tiga entitas berbeda, yaitu pemilik kapal (shipping line), NVOCC (Non-Vessel Operating Common Carrier), dan freight forwarder. Meskipun ketiganya sama-sama mengurus perpindahan barang, masing-masing memiliki batas tanggung jawab dan wewenang dokumen yang sangat berbeda.

Memahami perbedaan NVOCC dan Freight Forwarding pada pelayaran dapat membantu pelaku bisnis menentukan pihak yang memegang kendali dan bertanggung jawab secara hukum atas muatan selama proses distribusi. Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

Baca Juga: Kapan Harus Menggunakan Sea Freight? Ini Panduannya!

Pengertian NVOCC dan Freight Forwarder

Agar lebih mudah memahami peranan dari masing-masing entitas yang terlibat dalam pengiriman via laut, kita bisa membayangkan sebuah hotel. Pelayaran (shipping line) adalah pemilik gedung hotel beserta seluruh fasilitasnya. Merekalah yang mengoperasikan gedung dan seluruh fasilitasnya.

Sementara itu, NVOCC adalah perusahaan yang menyewa satu lantai penuh di hotel tersebut, lalu menjual kamar-kamarnya kepada tamu dengan mereknya sendiri. Mereka tidak punya gedung, tetapi mereka punya otoritas penuh atas layanan di lantai tersebut.

Nah, freight forwarder berperan seperti agen perjalanan yang membantu Anda memesankan kamar, mengatur transportasi dari bandara ke hotel hingga mengurus asuransi perjalanan. Forwarder bisa memesankan kamar melalui NVOCC atau langsung ke pihak hotel (shipping line), tergantung rute dan harga yang paling menguntungkan bagi pengirim.

Sederhananya, peranan ketiga entitas ini dapat kita simpulkan dalam poin-poin berikut:

  • Shipping line adalah pihak yang punya kapal
  • NVOCC adalah carrier tanpa armada yang bertanggung jawab atas ruang tertentu di kapal secara kontrak, dan
  • Forwarder adalah agen perantara yang merancang keseluruhan perjalanan kargo dari titik awal sampai ke penerima

Baca Juga: Perbedaan EMKL dan Freight Forwarding yang Perlu Diketahui

Legalitas dan Tanggung Jawab Hukum yang Berbeda

Perbedaan NVOCC dan Freight Forwarding pada Pelayaran (freepik)
Perbedaan NVOCC dan Freight Forwarding pada Pelayaran (freepik)

Perbedaan freight forwarding dan NVOCC dapat terlihat jelas pada legalitas dan tanggung jawab hukumnya. Shipping line bertanggung jawab langsung atas pengangkutan barang, karena merekalah pemilik armadanya. NVOCC, meskipun tidak memiliki kapal, tetap bertindak sebagai carrier di mata hukum.

Artinya, kalau sewaktu-waktu terjadi masalah pada muatan, NVOCC memiliki tanggung jawab kepada pelanggan sesuai kontrak pengangkutan. Sementara itu, freight forwarder biasanya hanya bertindak sebagai agen yang bertanggung jawab untuk mengatur dan mengkoordinir pengiriman, walaupun secara hukum tanggung jawab utamanya adalah memastikan kelancaran alur distribusi.

Baca Juga: Perbedaan Freight Forwarding dan Logistik

Peran Dalam Penerbitan Bill of Lading

Bill of Lading (B/L) adalah dokumen paling penting dalam pengiriman jalur laut. B/L adalah bukti kepemilikan, tanda terima, sekaligus kontrak pengangkutan barang. Pembagian peranan dalam penerbitan B/L adalah sebagai berikut:

  • Perusahaan pelayaran (shipping line) akan menerbitkan Master Bill of Lading (MBL)
  • Jika Anda bekerja sama dengan NVOCC, mereka punya otoritas hukum untuk menerbitkan House of Bill of Lading (HBL) kepada pengirim.
  • Freight forwarder tidak memiliki legalitas untuk menerbitkan HBL atas nama mereka sendiri. Jadi, biasanya mereka akan menggunakan dokumen dari pihak pelayaran atau mitra NVOCC yang akan diberikan kepada pengirim.

Baca Juga: 5 Jenis Kapal Kargo Berdasarkan Fungsi dan Muatannya

Fokus Layanan yang Ditawarkan

Dalam proses distribusi barang dari pelabuhan asal ke tujuan, ketiga entitas ini memiliki fokus layanan yang berbeda, namun saling melengkapi satu sama lain. Perusahaan shipping line berfokus pada pengoperasian kapal dan jadwal pelayaran.

Layanan NVOCC lebih fokus pada skala dan jaringan. Mereka menyewa ruang kapal dalam volume besar sehingga bisa menawarkan tarif kompetitif ke pelanggan. Keahlian mereka ada di negosiasi tarif, pengelolaan ruang kapal, dan distribusi slot kontainer.

Sementara itu, freight forwarder berfokus pada layanan tambahan yang lebih komprehensif, mulai dari konsolidasi LCL, pengurusan dokumen kepabeanan yang kompleks, asuransi hingga door-to-door delivery.

Pemahaman mengenai perbedaan NVOCC dan freight forwarding dapat membantu para pelaku bisnis untuk mengetahui penanggung jawab atas serangkaian proses pengiriman kargo, mulai dari yang bersifat kontraktual, siapa penerbit dokumen pengangkutan hingga pihak pengatur alur logistik secara keseluruhan.

Pertanyaannya, siapa yang paling cocok untuk kebutuhan bisnis Anda? Jika Anda mengirim dalam volume besar dan rutin di rute utama, memilih NVOCC sebagai partner bisa jadi opsi paling efisien dari segi biaya.

Akan tetapi, kalau Anda membutuhkan one-stop-solution yang secara sistem terintegrasi, freight forwarder adalah pilihan tepat. Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top